Senin, 19 Februari 2018

CARA STEK LADA SATU BUKU BERDAUN TUNGGAL

Cara Stek Satu Buku Berdaun Tunggal Tanaman Lada

 Lada merupakan salah satu bahan bumbu yang banyak digunakan di Indonesia. Dalam budidaya lada, teknologi pembibitan memgang peranan penting, pada umumnya bibit lada diambil dari sulur lada. Berikut ini adalah tehnik stek satu buku pada tanaman lada Munthok White Pepper merupakan komoditas ekspor andalan bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Cita rasa yang khas menjadikan komoditas ini sulit tergantikan dengan komoditas lain yang sejenis. Teknologi budidaya yang tepat akan memberikan hasil yang sesuai harapan dengan pengelolaan yang baik pula. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh petani lada saat ini adalah keterbatasan jumlah bibit lada yang unggul dan bermutu. Kebiasaan mayoritas petani lada di Bangka Belitung dalam berusaha tani lada adalah dengan menggunakan stek lada tujuh ruas. Kebiasaan ini mengakibatkan petani selalu kekurangan bahan tanaman bibit lada ketika musim tanam tiba.Saat ini permasalahan kekurangan bibit lada tersebut dapat ditanggulangi seiring diperkenalkannya pembibitan stek satu buku berdaun tunggal yang akhirnya lebih dikenal oleh masyarakat di Bangka Belitung dengan sebutan ""stek lada satu ruas"". Dengan menggunakan teknik ini petani dapat menghemat bahan tanam hingga 400%. Keunggulan dan Kelemahan Tehnik Pembibitan Lada 
1. Stek Lada Satu Buku Berdaun Tunggal Keunggulan : 
   •  Hemat bahan tanam hingga 400 % 
  •  Benih lebih sehat (selektif dan perlakuan tertentu saat pembibitan) 
  • Tidak terjadi stagnasi pertumbuhan awal tanaman 
Kelemahan : • Masih jarang digunakan oleh petani di Bangka • Memerlukan waktu dan biaya perbenihan • Mobilitas pengangkutan lebih lamban. 
2. Stek Lada Panjang Tujuh Ruas/Cara Yang Biasa Dilakukan Petani Keunggulan : 
• Umum dilakukan oleh petani di Bangka 
• Tidak memerlukan pemeliharaan benih dan mudah dilakukan 
• Mobilitas pengangkutan benih mudah dan murah 
Kelemahan : • Bahan benih berasal dari sulur panjat (10 – 12 bulan) • Memerlukan bahan tanam yang lebih banyak • Terjadi stagnasi pertumbuhan awal (hujan kurang) (penyulaman 73,81 %).
 Langkah-langkah perbanyak bibit Penyiapan Kebun Bibit Lada (Bahan Tanaman) Membangun kebun perbanyakan (khusus atau kebun produksi). Tujuan : untuk menyediakan bahan tanaman dalam jumlah besar dan waktu relatif singkat dengan kualitas yang baik Kebun perbanyakan hanya untuk menghasilkan bahan tanaman sehingga selalu dalam kondisi fase vegetatif dan dipangkas dengan selang waktu 6 – 9 bulan.
Varietas Lada 1. Petaling 1 2. Petaling 2 3. Lampung Daun Kecil 4. Chunuk 5. Bengkayang 6. Natar 1 7. Natar 2 8. Malonan 1 9. Ciinten 
Alat dan Bahan Pendukung • Alat : Gunting, Cangkul, Tangki Semprot, Ember, Baskom, Golok/Pisau, Polybag • Bahan Pendukung : Kompos/Pukan, Dolomi, Fungisida, Pasir, Papan/Kayu, • Rotan/Bambu, Tali/Kawat, Paranet, Pupuk NPK dan ZPT, Tanah (top soil). 
Syarat Pohon Induk • Menggunakan varietas unggul • Sehat, tanpa gejala serangan hama penyakit atau kahat hara • Dalam pertumbuhan aktif dan tidak sedang berbunga atau berbuah • Sebaiknya benih diambil dari kebun induk yang telah disiapkan agar kemurnian bibit terjaga. Cara Pengambilan dan Perlakuan Stek 1. Stek lada berasal dari sulur panjat yang tumbuh ke atas, serta melekat pada tiang panjat. 2. Setek yang akan di ambil sudah berkayu, berdaun hijau tua, tidak ada gejala abnormal. 3. Pengambilan stek sebaiknya dilakukan pagi hari jam 06.00 – 10.00 atau sore hari jam 17.00 agar tidak layu kepanasan. 4. Bila diperlukan dilakukan perlakuan bibit degan perendaman 0,5-1% fungisida selama 30 menit sebelum disemai. Persemaian • Siapkan bak persemaian 10 x 1 meter pada rumah kasa atau di bawah paranet/atap. Selanjutnya isi bak persemaian dengan media pasir pantai. • Sebelum bibit disemai pada bak persemaian, lakukan penyiraman pada media tanam hingga basah dan lingkungan tumbuh stek harus lembab, tidak becek, dan disiram secara teratur. • Setek ditanam tegak lurus dimana mata dan daun terletak di atas media tanam, jarak antara stek kurang lebih 5 cm dalam bentuk larikan dan antar barisan 10 cm. • Setelah 10-15 hari di persemaian, kemudian dipindahkan ke dalam polybag yang sudah disiapkan sebelumnya. Pemeliharaan dalam Polybag • 10 – 15 hari stek satu buku di bongkar dan di [indahkan ke polybag ukuran 10 x 15 cm. Pilih bibit dengan pertumbuhan akar yang baik. • Media tanam dalam polybag merupakan perpaduan tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 2 :1 yang disusun berbentuk bedengan untuk memudahkan pemeliharaan. • Stek satu buku belum tahan terhadap penyinaran langsung, oleh karena itu disungkup dengan plastik bening, kemudian dinaungi paranet. • Apabila cuaca kering dilakukan penyiraman dan bibit yag tumbuhnya kurang baik perlu diberi pupuk daun seminggu sekali. • Untuk pengendalian hama penyakit dilakukan penyemprotan fungisidas 1 minggu sekali. • Umur 4 – 6 Bulan saat bibit sudah tumbuh 7-9 ruas bibit diseleksi dan siap di tanam dilapangan. 
Sumber Bacaan :
 • D. Manohara, dkk. 2006. Status Teknologi Tanaman Lada.
 • Prosseding Status Teknologi Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri. Pusat Penelitian dan   Pengembangan Tanaman Perkebunan.

"DATA SERIES LADA BABEL TAHUN 2005-2014"

1. Kabupaten Bangka


No.
Tahun
LUAS AREAL (Ha)
Produksi
P.Vitas
TBM
TM
TT/TR
Total
(Ton)
(Ton/Ha)
1.
2005
1.115
1.324
2.176
4.615
1.257
0,95
2.
2006
1.362
886
1.117
3.365
769
0,87
3.
2007
1.170
889
989
3.048
816
0,92
4.
2008
578
412
939
1.929
821
1,99
5.
2009
582
805
711
2.098
552
0,69
6.
2010
594
918
720
2.233
637
0,69
7.
2011
814
598
829
2.241
724
1,21
8.
2012
909
754
684
2.347
916
1,21
9.
2013
1.172
945
411
2.528
1.159
1,23
10.
2014
1.126
1.248
286
2.661
1.686
1,35


2. Kabupaten Belitung


No.
Tahun
LUAS AREAL (Ha)
Produksi
P.Vitas
TBM
TM
TT/TR
Total
(Ton)
(Ton/Ha)
1.
2005
2.334
3.027
1.768
7.128
1.910
0,63
2.
2006
2.059
2.920
2.079
7.057
1.561
0,53
3.
2007
2.058
2.916
1.901
6.874
1.573
0,54
4.
2008
2.100
2.951
1.497
6.547
3.645
1,24
5.
2009
2.355
2.977
1.488
6.819
4.027
1,35
6.
2010
2.741
3.026
1.111
6.878
4.027
1,33
7.
2011
2.496
2.984
1.132
6.612
7.241
2,43
8.
2012
2.972
3.661
578
7.210
5.255
1,44
9.
2013
3.096
3.285
750
7.131
5.124
1,56
10.
2014
3.108
3.375
760
7.243
5.341
1,58


3. Kabupaten Bangka Barat

No.
Tahun
LUAS AREAL (Ha)
Produksi
P.Vitas
TBM
TM
TT/TR
Total
(Ton)
(Ton/Ha)
1.
2005
1.919
3.432
1.805
7.156
5.831
1,70
2.
2006
1.594
2.643
2.702
6.939
2.012
0,76
3.
2007
1.271
1.865
2
3.137
4.260
2,28
4.
2008
1.355
2.746
1.084
5.185
3.169
1,15
5.
2009
2.508
2.508
2.084
7.100
3.770
1,50
6.
2010
2.080
1.598
668
4.346
1.876
1,17
7.
2011
2.141
1.661
674
3.809
1.943
1,17
8.
2012
821
3.060
676
4.557
3.804
1,24
9.
2013
868
3.100
667
4.635
4.644
1,50
10.
2014
1.420
3.159
518
5.096
4.345
1,38


4. Kabupaten Bangka Tengah


No.
Tahun
LUAS AREAL (Ha)
Produksi
P.Vitas
TBM
TM
TT/TR
Total
(Ton)
(Ton/Ha)
1.
2005
1.115
1.324
2.176
4.615
1.257
0,95
2.
2006
1.362
886
1.117
3.365
769
0,87
3.
2007
1.170
889
989
3.048
816
0,92
4.
2008
578
412
939
1.929
821
1,99
5.
2009
582
805
711
2.098
552
0,69
6.
2010
594
918
720
2.233
637
0,69
7.
2011
814
598
829
2.241
724
1,21
8.
2012
909
754
684
2.347
916
1,21
9.
2013
1.172
945
411
2.528
1.159
1,23
10.
2014
1.126
1.248
286
2.661
1.686
1,35


5. Kabupaten Bangka Selatan


No.
Tahun
LUAS AREAL (Ha)
Produksi
P.Vitas
TBM
TM
TT/TR
Total
(Ton)
(Ton/Ha)
1.
2005
1.723
5.587
5.462
12.772
4.510
0,81
2.
2006
2.301
6.087
4.686
13.074
4.955
0,81
3.
2007
3.351
4.372
5.275
12.998
5.560
1,27
4.
2008
4.435
5.175
3.598
13.207
4.868
0,94
5.
2009
6.901
4.206
3.793
14.899
3.627
0,86
6.
2010
9.131
4.483
4.111
17.724
8.168
1,82
7.
2011
9.348
6.723
3.873
19.944
12.938
1,92
8.
2012
8.284
8.875
3.982
21.141
16.789
1,89
9.
2013
8.751
9.064
3.836
21.491
17.112
1,89
10.
2014
10.169
9.993
2.561
22.723
17.227
1,72


6. Kabupaten Belitung Timur


No.
Tahun
LUAS AREAL (Ha)
Produksi
P.Vitas
TBM
TM
TT/TR
Total
(Ton)
(Ton/Ha)
1.
2005
1.446
1.884
1.199
4.529
3.050
1,62
2.
2006
1.581
2.112
441
4.133
1.854
0,88
3.
2007
1.399
2.166
473
4.038
1.017
0,47
4.
2008
1.141
2.106
399
3.646
1.508
0,72
5.
2009
652
1.458
381
2.491
1.426
0,98
6.
2010
509
1.857
640
3.007
340
0,18
7.
2011
560
1.895
650
3.105
1.996
1,05
8.
2012
669
1.972
641
3.282
2.441
1,24
9.
2013
762
2.037
615
3.383
2.593
1,27
10.
2014
707
2.138
626
3.470
2.040
0,95